Minggu, 02 Desember 2012

REVIEW IV KESIMPULAN DAN SARAN



                         Pemetaan Koperasi Serba Usaha dan Program Pembinaannya                                                        di Kabupaten Jember
Oleh : Agus Priyono



KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil penelitian tentang pemetaan Koperasi Serba Usaha di wilayah kecamatan Patrang, Kaliwates, dan Sumbersari Kabupaten Jember ditinjau dari aspek jatidiri dan daya saing, maka dapat diambil beberapa kesimpulan seperti berikut ini.
  •  Posisi peta KSU di Kabupaten Jember dalam diagram Grid Model berada pada kuadran II yaitu jatidiri positif dan daya saing negatif. Rata-rata nilai jatidiri KSU yang ada di tiga Kecamatan tersebut sebesar 1,18 yang berarti bahwa nilai penerapan jatidiri dalam pengelolaan KSU cukup tinggi/sudah mengarah pada penerapan prinsip-prinsip koperasi.
  •  Namun nilai tersebut masih belum masuk kedalam nilai ideal (penerapan jatidiri sangat tinggi yaitu sebesar positif 9). Sedangkan rata-rata nilai daya saingnya sebesar = 1,15 (daya saing cukup rendah) yang berarti bahwa campur tapgan pemerintah selama ini dalam pengelolaan KSU cukup tinggi, atau dapat dikatakan bahwa KSU di tiga Kecamatan tersebut secara umum dalam pengelolaannnya masih bergantung pada fasilitas yang diberikan pemerintah.
  • Secara umum performance KSU di Kabupaten Jember masih jauh dari harapan pemerintah dalam melakukan pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui program pembangunan 247 KSU di Kabupaten Jember. Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata posisi KSU di Kabupaten Jember berada pada posisi kuadran II. Posisi kuadran II mengindikasikan bahwa KSU tersebut telah menerapkan jati diri koperasi dalam pengelolaannya walaupun belum semuanya bisa diterapkan dan daya saing KSU tersebut masih lemah.
  • Program pembinaan bagi KSU di Kabupaten Jember diarahkan pada program peningkatan daya saing KSU sehingga nilai daya saing dari yang lemah (bertanda negatif) menjadi lebih kuat (bertanda positif). Hal ini karena daya saing usaha KSU berkaitan erat dengan hidup mati dan berkembangnya KSU tersebut. Jika KSU lemah daya saingnya kemungkinan besar sulit berkembang dan dalam waktu tidak terlalu lama akan gulung tikar. Oleh karena itu upaya penguatan daya saing mutlak harus dilakukan. 
  •  Secara umum penerapan jatidiri dalam pengelolaan KSU di Kabupaten Jember cukup tinggi akan tetapi masih belum ideal. Selain itu jika dilihat dari masing-masing item jatidiri masih terdapat nilai negatif yang mengindikasikan bahwa jatidiri masih belum dilaksanakan dengan baik didalam pengelolaan KSU. Jatidiri yang lemah tersebut ditunjukkan oleh: Masih rendahnya kemampuan KSU untuk menolong diri sendiri yang disebabkan oleh kontribusi modal yang berasal dari anggota rendah.


Kesetiakawanan masih rendah yang disebabkan kurangnya pelaksanaan kegiatan-kegiatan untuk kepentingan bersama, penyelenggaraan kemitraan, usaha patungan, dan kerjasama antar koperasi.
·  Otonomi dan kemerdekaan dalam pengelolaan KSU masih rendah yang disebabkan
oleh adanya perenan pihak luar dalam pengendalian KSU.
·   Kurangnya pendidikan dan pelatihan bagi anggota yang oleh terbatasnya dana yang
dimiliki KSU.
·   Kerjasama antar koperasi masih rendah yang KSU masih relatif baru sehinga ma-
sih belum memilki jaringan kerjasama usaha antar koperasi balk secara vertikal maupun horisontal.
· KSU di Kabupaten Jember masih mempunyai daya saing yang cukup rendah  (bertanda negatif). Daya saing yang rendah tersebut ditunjukkan oleh:

a)     Sumber dana yang berasal dari anggota masih kecil yang disebabkan karena KSU baru berdiri sehingga sumber dana yang berasal dari anggota relatif kecil dan masih belum maksimal digali.
b) Kualitas sumberdaya manusia masih rendah yang disebabkan karena pengetahuan dan pengalaman di bidang perkoperasian masih relatif kurang.
c)     Belum adanya jaringan kerjasama dengan pihak lain yang disebabkan karena KSU belum banyak dikenal, belum memiliki performance yang menarik, volume usaha yang belum berkembang dan komunikasi dengan pihak lainnya masih lemah karena kurangnya informasi.
d)   Ketergantungan yang tinggi terhadap fasilitas pemerintah yang disebabkan karena pengetahuan, kemauan, kesadaran dan kreativitas masih kurang dalam menggali potensi diri sendiri.


Saran

Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian tersebut, maka dalam upaya untuk menguatkan jatidiri, dan day hadap KSU-KSU tersebut. Program-program pemprogram pembinaan melalui pelatihan, pembinaan tersebut antara lain seperti berikut ini.

Program-program pembinaan dalam rangkan memperkuat jatiri diri dalam pengelolaan KSU yang terdiri dari:
·       Program pembinaan pemberdayaan potensi anggota sebagai sumber modal dan pasar potensial melalui pendidikan perkoperasian tentang pentingnya pemupukan modal intern dan peningkatan pelayanan pada
anggota bagi seluruh anggota, pengurus dan pengawas
·       Program pembinaan peningkatan kual itas sumberdaya manusia koperasi melalui pen-
didikan, pelatihan, studi banding dan pendampingan bagi pengurus, pengawas, karyawan KSU.
·       Program pembinaan penciptaan dan penguatan jaringan usaha dengan mendorong terbentuknya jaringan kerjasama usaha antara KSU baik secara vertikal maupun horisontal serta kerjasama dengan
lembaga bisnis dan keuangan lainnya.
·       Program pembinaan peningkatan kemandirian KSU melalui peningkatan kemampuan di bidang pengelolaan organisasi, kelembagaan, dan usaha, serta program magang pada koperasi yang sudah maju bagi
pengurus dan karyawan.

Program-program pembinaan dalam rangka memperkuat daya saing usaha KSU yang terdiri dari:
·       Program pembinaan melalui pendidikan perkoperasian kepada seluruh anggota, pengurus, pengawas dan pengelola dalam hal memahami secara mendalam bagaimana berkoperasi yang benar berdasarkan ni-
lai-nilai yang terkandung dalam prinsip-prinsip koperasi dan bagaimana implementasinya dalam kehidupan sehari-hari dalam pengelolaan KSU.
·       Program pembinaan melalui pelatihan tentang bagaimana memahami perangkat organisasi koperasi (menyangkut pengertian dan tugas pokok fungsinya), serta bagaimana keterkaitan antar perangkat koperasi
terrsebut.
·       pembinaan dan pendampingan tentang bagaimana mengatur taktik dan strategi ope-
rasional dalam upaya penguatan organisasi dan kelembagaan KSU kepada pengurus, pengawas, dan pengelola.
·       Program pembinaan melalui pelatihan dan pendampingan tentang prosedur dan pelak-
sanaan administrasi organisasi dan usaha yang tersistem dan standar.
·       Menumbuhkan jiwa ketauladanan pada diri pengurus, pengawas, dan pengelolaa KSU dalam rangka untuk menciptakan kepercayaan anggota kepada KSU.

DAFTAR RUJUKAN
·       Agus Priyono, Dkk.  2003.   Pemberdayaan Koperasi Serba Usaha  (KSU) dan Stategi Penguatannya Berkaitan dengan Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Jember. Balitbangda Kabupaten J ember.
·       Anonimus.  2000. Undang-undang Tentang Perkoperasian No. 25 Tahun 1992, Arkola, Surabaya.
2000. Penilaian Tingkat Perkema saing usaha Koperasi Serba Usaha di Kabupaten Jember perlu dilakukan pembinaan terbangan Koperasi (Development Ladder AssesmentlDLA) Terjemah dari bahan CCAINCODAP. Jakarta: LSP2I
·           Emory, William C., and Donald C. Cooper.  1991.Business Research Method.  4 th edition. Boston: R.D. Irwin.
·     Revrisond Baswir. 2000. Koperasi Indonesia. Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE
·   Sukamdiyo. 1999. Manajemen Koperasi: Pasca UU No. 25 Tahun 1992. Jakarta: Erlangga
·       Ibnoe Soedjono. 1991. Organisasi dan Usaha Koperasi, Pengertian dasar bagi Anggota.Seri kesatu,IKPN-R1, Jakarta. 2001. Jatidiri Koperasi. Jakarta: LSP2I
·      2003.Instrumen-instrumenPenkembangan Koperasi. Jakarta: LSP2I
·     2002. Manajemen Profesional Berdasarkan Nilai-nilai Dalam Koperasi.Jakarta: LSP21



Tidak ada komentar:

Posting Komentar