Nama : Anita Silvi Yanti
Kelas : 1EB08
NPM : 20211935
Sistem
Perekonomian Indonesia
Sistem perekonomian adalah sistem yang
digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya
baik kepada individu ataupun kepada organisasi di negara tersebut. Perbedaan
yang paling mendasar dari berbagai sistem ekonomi yang ada terletak pada
bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Ada sistem yang
memperbolehkan seorang individu memiliki semua faktor produksi tetapi ada juga
sistem yang tidak memperbolehkan hal ini sehingga semua faktor produksi di
pegang oleh pemerintah.
Secara umum ada tiga macam sistem perekonomian yang
dikenal di dunia, yaitu :
1.
Sistem Ekonomi Pasar (Kapitalisme)
Di dalam sistem ini setiap orang diberi
kebebasan unutk melaksanakan kegiatan perekonomian, baik dalam hal kegiatan
menjual dan membeli barang yang mereka inginkan serta kebebasan dalam memiliki
faktor-faktor produksi. Semua orang bebas bersaing untuk memperoleh laba yang
sebesar-besarnya, sebagai akibatnya barang yang diproduksi dan harga yang
berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran dan permintaan pasar. Beberapa
ciri-ciri sistem ekonomi pasar, antara lain :
a Penjaminan
atas hak milik perseorangan/swasta
b. Kebebasan penuh
dalam berusaha
c. Motif
mementingkan diri sendiri
d. Terjadinya
persaingan bebas
e. Harga
ditentukan oleh mekanisme pasar
f. Peranan
pemerintah terbatas
2.
Sistem Ekonomi Terencana (Sosialisme)
Di dalam sistem ekonomi sosialis
pemerintah diharuskan memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi, namun
kepemilikkan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah
sementara. Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah
harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Adapun
beberapa ciri-ciri sistem ekonomi sosialis, yaitu :
1.
Semua faktor
produksi dikuasai oleh negara sehingga kepemilikkan individu dan swasta tidak
diakui.
2.
Negara
sepenuhnya mengatur kegiatan ekonomi seperti produksi, konsumsi, dan distribusi.
3.
Output
dibagikan merata kepada masyarakat.
4.
Semua
permasalahan perekonomian yang timbul dipecahkan oleh pemerintah pusat.
3.
Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ini timbul sebagai akibat dari
kegagalan sistem ekonomi pasar yang terlalu ketat, demikian juga halnya dengan
sistem ekonomi terencana, tidak mampu menghilangkan kelas-kelas dalam
masyarakat sehingga muncullah sistem ekonomi campuran. Dalam sistem ekonomi
campuran, persoalan perekonomian yang timbul sebagian dipecahkan melalui
mekanisme pasar dan sebagian lagi dipecahkan melalui perencanaan pemerintah
pusat. Beberapa ciri sistem ekonomi campuran, diantaranya :
a. Hak milik
individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembatasan dari
pemerintah.
b. Campur tangan
pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang menguasai
hajat hidup orang banyak.
c. Kebebasan
bagi individu unutk berusaha tetap ada sehingga setiap individu memiliki hak
untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Sistem perekonomian Indonesia mengarah kepada suatu
bentuk baru yang disebut sistem ekonomi Pancasila sesuai dengan falsafah dan
pandangan hidupnya Pancasila, ciri-cirinya sebagai berikut :
·
Pemilihan barang konsumsi bekas terkendali
·
Pemilihan faktor produksi negara, swasta, dan koperasi
·
Mekanisme pembentukan harga barang pasar terkendali
·
Pengambilan keputusan desentralisasi, musyawarah untuk mufakat
·
Insentif material dan moral
Sistem perekonomian Indonesia diatur dan diarahkan oleh
Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, khususnya pasal 33, dan Garis-garis Besar
Haluan Negara. Dalam demokrasi harus dihindarkan ciri-ciri negatif, sebagai
berikut :
v Sistem free
fight liberalisme (persaingan bebas)
v Sistem
etatisme (negara dan aparatur ekonomi negara bersifat dominan)
v Monopoli
(pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok)
Sistem-Sistem Ekonomi
Menurut Sanusi disebut ada tujuh elemen penting dari sistem ekonomi, yakni :
1.
Lembaga-lembaga / pranata-pranata
ekonomi
2. Sumber daya ekonomi
3. Faktor-faktor produksi
4. Lingkungan ekonomi
5. Organisasi dan manajemen
6. Motivasi dan perilaku pengambilan keputusan atau
pemain dalam sistem itu, dan
7.
Proses pengambilan keputusan.
Menurut Sanusi (2000), perbedaan antarsistem ekonomi
satu dengan yang lainnya terlihat dari cirri-cirinya, yaitu :
1. Kebebasan konsumen dalam memilih
barang atau jasa yang dibutuhkan
2. Kebebasan masyarakat memilih
lapangan kerja
3. Pengaturan pemilihan/pemakaian
alat-alat produksi
4. Pemilihan usaha yang
dimanifestasikan dalam tanggung jawab manajer
5. Pengaturan atas keuntungan usaha
yang diperoleh
6. Pengaturan motivasi usaha
7. Pembentukan harga barang konsumsi
dan produksi
8. Penentuan pertumbuhan ekonomi
9. Pengendalian stabilitas ekonomi
10. Pengambilan keputusan
11. Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan
Pelaku-pelaku Ekonomi dalam Sistem Perekonomian
Indonesia
Setiap
negara mempunyai permasalahan ekonomi dan setiap negara mempunyai cara
tersendiri dalam mengatasinya. Ada negara yang dengan tegas menentukan bahwa
pemerintah yang harus mengatasi setiap masalah ekonomi, dan pemerintahlah pula
yang mengatur semua kegiatan ekonomi. Sebaliknya ada negara yang berpendapat
bahwa dalam mengatasi setiap masalah ekonomi dan mengatur semua kegiatan
ekonomi diserahkan pada pihak swasta. Selain itu ada juga negara yang mencari
jalan tengah antara keduanya. Bagaimana setiap negara menjawab permasalahan-permasalahan
ekonomi menunjukkan sistem ekonomi yang dianutnya. Dalam rangka menjalankan
sistem ekonominya, negara akan membutuhkan pelaku-pelaku ekonomi.
Terdapat
tiga pelaku utama yang menjadi kekuatan sistem perekonomian di Indonesia, yaitu
perusahaan negara (pemerintah), perusahaan swasta, dan koperasi. Ketiga pelaku
ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem
ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika
pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai
tujuannya. Dengan demikian sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi
sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan.
1. Pemerintah (BUMN)
a. Pemerintah sebagai Pelaku
Kegiatan Ekonomi
Peran pemerintah sebagai pelaku
kegiatan ekonomi berarti pemerintah melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan
distribusi.
1 ) Kegiatan produksi
Pemerintah
dalam menjalankan perannya sebagai pelaku ekonomi, mendirikan perusahaan negara
atau sering dikenal dengan sebutan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sesuai
dengan UU No. 19 Tahun 2003, BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian
besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung berasal
dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN dapat berbentuk Perjan (Perusahaan
Jawatan), Perum (Perusahaan Umum), dan Persero (Perusahaan Perseroan). BUMN
memberikan kontribusi yang positif untuk perekonomian Indonesia. Pada sistem
ekonomi kerakyatan, BUMN ikut berperan dalam menghasilkan barang atau jasa yang
diperlukan dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pelaksanaan peran BUMN tersebut diwujudkan dalam kegiatan usaha hampir di
seluruh sektor perekonomian, seperti sektor pertanian, perkebunan, kehutanan,
manufaktur, pertambangan, keuangan, pos dan telekomunikasi, transportasi,
listrik, industri, dan perdagangan serta konstruksi. BUMN didirikan pemerintah
untuk mengelola cabang-cabang produksi dan sumber kekayaan alam yang strategis
dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Misalnya PT Dirgantara Indonesia, PT
Perusahaan Listrik Negara, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), PT Pos Indonesia,
dan lain sebagainya. Perusahaan-perusahaan tersebut didirikan untuk
meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, serta untuk mengendalikan
sektor-sektor yang strategis dan yang kurang menguntungkan.
2 ) Kegiatan konsumsi
Pemerintah
juga membutuhkan barang dan jasa untuk menjalankan tugasnya. Seperti halnya
ketika menjalankan tugasnya dalam rangka melayani masyarakat, yaitu mengadakan
pembangunan gedung-gedung sekolah, rumah sakit, atau jalan raya. Tentunya
pemerintah akan membutuhkan bahan-bahan bangunan seperti semen, pasir, aspal,
dan sebagainya. Semua barang-barang tersebut harus dikonsumsi pemerintah untuk menjalankan
tugasnya. Contoh-contoh mengenai kegiatan konsumsi yang dilakukan pemerintah
masih banyak, seperti membeli barang-barang untuk administrasi pemerintahan,
menggaji pegawai-pegawai pemerintah, dan sebagainya.
3 ) Kegiatan distribusi
Selain
kegiatan konsumsi dan produksi, pemerintah juga melakukan kegiatan distribusi.
Kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah dalam rangka menyalurkan
barang-barang yang telah diproduksi oleh perusahaanperusahaan negara kepada
masyarakat. Misalnya pemerintah menyalurkan sembilan bahan pokok kepada
masyarakat-masyarakat miskin melalui BULOG. Penyaluran sembako kepada
masyarakat dimaksudkan untuk membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan
hidupnya. Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh pemerintah harus lancar. Apabila
kegiatan distribusi tidak lancar akan memengaruhi banyak faktor seperti
terjadinya kelangkaan barang, harga barang-barang tinggi, dan pemerataan
pembangunan kurang berhasil. Oleh karena itu, peran kegiatan distribusi sangat
penting.
b . Pemerintah sebagai Pengatur
Kegiatan Ekonomi
Pemerintah dalam melaksanakan
pembangunan di bidang ekonomi tidak hanya berperan sebagai salah satu pelaku
ekonomi, akan tetapi pemerintah juga berperan dalam merencanakan, membimbing,
dan mengarahkan terhadap jalannya roda perekonomian demi tercapainya tujuan
pembangunan nasional.
2. Swasta (BUMS)
BUMS
adalah salah satu kekuatan ekonomi di Indonesia. BUMS merupakan badan usaha
yang didirikan dan dimiliki oleh pihak swasta. Tujuan BUMS adalah untuk
memperoleh laba sebesar-besarnya. BUMS didirikan dalam rangka ikut mengelola
sumber daya alam Indonesia, namun dalam pelaksanaannya tidak boleh bertentangan
dengan peraturan pemerintah dan UUD 1945. BUMS dalam melakukan perannya
mengandalkan kekuatan pemilikan modal. Perkembangan usaha BUMS terus didorong
pemerintah dengan berbagai kebijaksanaan.
Perusahaan-perusahaan
swasta sekarang ini telah memasuki berbagai sektor kehidupan antara lain di
bidang perkebunan, pertambangan, industri, tekstil, perakitan kendaraan, dan
lain-lain. Perusahaan swasta terdiri atas dua bentuk yaitu perusahaan swasta
nasional dan perusahaan asing.
3. Koperasi
Badan
usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan
melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan
ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Dampak Positif Bagi Bisnis dan Perekonomian
·
Hubungan diploma
antara Indonesia dan Amerika menjadi terlihat lebih baik
·
Melihat bahwa banyak
potensi potensi anak bangsa yang dapat berkembang seperti halnya obama
·
Menandakan bahwa AS
membuka diri secra langsung untuk menjalin hubungan internasional terhadap
bangsa kita
·
Pemberitaan tentang
kedatangan Barack Obama terdengar hingga ke mancanegara sehingga popularitas
negara Indonesia pun ikut terdongkrak
·
Harus menandai
peningkatan kerja sama di berbagai program, terutama di bidang ekonomi dan
investasi, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia
·
Melalui peningkatan
kerja sama dan hubungan baik kedua negara, Indonesia bisa menarik investor AS
lebih banyak untuk meningkatkan nilai investasi di Indonesia serta menjadi AS
sebagai pasar ekspor Indonesia
·
Akan dapat menjadikan
simbol kepercayaan internasional terhadap Indonesia
·
Mengangkat nama Indonesia
melalui liputan internasional dari kunjungannya
Dampak Negatif Bagi Bisnis dan Perekonomian
·
Sterilisasi area yang
dilakukan pihak keamanan terlalu berlebihan sehingga membuat warga sekitar
Jakarta dan Depok kebingungan memilih jalan untuk keluar
·
Menyebabkan beberapa
ruas jalan di ibukota mengalami penutupan/pengalihan sementara yang
mengakibatkan sangat tersendatnya arus lalu lintas dibandingkan dengan
sebelumnya sehingga hal tersebut sangat merugikan semua pengguna jalan
·
Kedatangan Barack
Obama bertepatan dengan Hari Pahlawan, biasanya setiap tanggal 10 November
tepat pukul 10 media elektronik banyak yang menyuguhi liputan berita tentang
perlunya mengheningkan cipta bagi para pahlawan bangsa dijalan-jalan, tapi
kelihatannya hari ini lebih memilih untuk meliput perjalanan presiden AS
tersebut. Barack Obama yang menurut jadual akan mampir ke Taman Makam Pahlawan
Kalibata justru membatalkan agenda tersebut dan memlilih untuk mempercepat
jadual kunjungannya
·
Seharusnya dana yang
kita keluarkan untuk menyambut kedatangan Barack Obama lebih baik digunakan
untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam yang lebih membutuhkan
putrijulaiha.wordpress.com/2011/04/.../sistem-perekonomian-indones..
herildagultom.blogspot.com/.../sistem-perekonomian-indonesia.html
buku
perekonomian Indonesia Dr. Tulus T.H. Tambunan, penerbit ghalia Indonesia
http://dwiernawatisepti.blogspot.com/