Pemetaan
Koperasi Serba Usaha dan Program Pembinaannya
di Kabupaten Jember
di Kabupaten Jember
Oleh :Agus Priyono
METODE
2.1 Populasi dan Metode
Pengambilan Sampel
Populasi penelitian ini adalah Koperasi Serba Usaha yang didirikan berdasarkan program pemerintah Kabupaten Jember yang berada di Kabupaten Jember. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga kecamatan yakni Kecamatan Patrang, Kaliwates, dan Sumbersari yang mewakili Jember selatan, Jember Timur, dan Jember Utara dengan menggunakan
saturation sampling. Jumlah sampel penelitian
sebanyak 22 KSU yang berada di Kecamatan Patrang,
Kaliwates, dan Sumbersari Kabupaten Jember.
2.3 Metode Analisis Data
Dari
data primer dan sekunder yang diper-oleh, selanjutnya akan dianalisis dengan
metode analisis grid model. Model ini diangkat dari
rekomendasi ICA ROAP pada Konferensi Menteri-Menteri Koperasi Asia-Pasifik di Kathmandu bulan April 2002. Konsep asli
model ini diusulkan
untuk menilai secara umum peraturan perundang-undangan koperasi secara oyektif dan memposisikannya pada sebuah diagram yang berdimensi dua. Poros X mencirikan hal-hal yang berhubungan dengan pengendalian oleh negara di sebelah yang memungkinkan peraturan-peraturan dapat diberlakukan dalam ekonomi pasar yang didereguIasi, sedangkan disebelah kanan menunjuk pada kernampuan daya saing koperasi. Poros Y mencirikan hal-hal yang berkaitan dengan Jatidiri Koperasi (Co-operative Identity Statement/ICIS) di sebelah atas dan di sebelah prinsip-prinsip dari perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada investasi (Investor Oriented Forms/I0F) ialah perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh modal dan untuk memperoleh keuntungan-keuntungan bagi modal.
untuk menilai secara umum peraturan perundang-undangan koperasi secara oyektif dan memposisikannya pada sebuah diagram yang berdimensi dua. Poros X mencirikan hal-hal yang berhubungan dengan pengendalian oleh negara di sebelah yang memungkinkan peraturan-peraturan dapat diberlakukan dalam ekonomi pasar yang didereguIasi, sedangkan disebelah kanan menunjuk pada kernampuan daya saing koperasi. Poros Y mencirikan hal-hal yang berkaitan dengan Jatidiri Koperasi (Co-operative Identity Statement/ICIS) di sebelah atas dan di sebelah prinsip-prinsip dari perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada investasi (Investor Oriented Forms/I0F) ialah perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh modal dan untuk memperoleh keuntungan-keuntungan bagi modal.
Model
analisis Grid Model digunakan untuk menilai
praktek-praktek perkoperasian pada Koperasi Serba Usaha yang diteliti yang
diposisikan pada sebuah diagram yang berdimensi dua. Poros X
mencirikan hal-hal yang berhubungan dengan pengendalian negara (daya saing lemah) di sebelah kiri sedangkan sebelah kanan menunjuk pada kemampuari daya saing koperasi (daya saing tinggi).
Poros Y mencirikan hal-hal yang berkaitan dengan jati diri koperasi (jatidiri kuat) di sebelah atas dan di sebelah bawah prinsip-prinsip dari perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada investasi (jati-
did ditinggalkan).
mencirikan hal-hal yang berhubungan dengan pengendalian negara (daya saing lemah) di sebelah kiri sedangkan sebelah kanan menunjuk pada kemampuari daya saing koperasi (daya saing tinggi).
Poros Y mencirikan hal-hal yang berkaitan dengan jati diri koperasi (jatidiri kuat) di sebelah atas dan di sebelah bawah prinsip-prinsip dari perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada investasi (jati-
did ditinggalkan).
HASIL
2.3 Analisis Data dengan
Grid Model
Dalam penelitian ini akan akan dianalisis peta posisi KSU di Kabupaten Jember, serta akan diuraikan gambaran tentang pelaksanaan jati diri dan kondisi daya saingnya. Hasil analisis grid model untuk peta posisi KSU di Kabupaten Jember sajikan dan peta posisi diketahui bahwa rata-rata nilai jatidiri KSU yang ada di Kabupaten Jember sebesar 1,18 (jatidiri cukup tinggi) yang berarti bahwa penerapan jatidiri dalam pengelolaan KSU cukup tinggi/sudah mengarah pada penerapan prinsip-prinsip koperasi. Sedangkan rata-rata nilai daya saing (kemandirian) K.SU yang ada di Kabupaten Jember sebesar — 1,15 (daya saing cukup rendah) yang berarti bahwa campur tangan pemerintah selama ini dalam pengelolaan KSU cukup tinggi, atau dapat dikatakan bahwa KSU di Kabupaten Jember dalam pengelolaannnya masih bergantung pada fasilitas yang diberikan pemerintah. Hal ini wajar karena umur KSU masih sangat muda dan proses pembentukkannya bersifat top down (dart program pemerintah), sehingga masing-
masing elemen-elemen organisasi masing belum siap. dapat diketahui bahwa ada beberapa nilai item jatidiri yang negatif dan ada yang positif dalam pengelolaan KSU. Nilai rata-rata jatidiri sebesar -0,01 sampai dengan
Dalam penelitian ini akan akan dianalisis peta posisi KSU di Kabupaten Jember, serta akan diuraikan gambaran tentang pelaksanaan jati diri dan kondisi daya saingnya. Hasil analisis grid model untuk peta posisi KSU di Kabupaten Jember sajikan dan peta posisi diketahui bahwa rata-rata nilai jatidiri KSU yang ada di Kabupaten Jember sebesar 1,18 (jatidiri cukup tinggi) yang berarti bahwa penerapan jatidiri dalam pengelolaan KSU cukup tinggi/sudah mengarah pada penerapan prinsip-prinsip koperasi. Sedangkan rata-rata nilai daya saing (kemandirian) K.SU yang ada di Kabupaten Jember sebesar — 1,15 (daya saing cukup rendah) yang berarti bahwa campur tangan pemerintah selama ini dalam pengelolaan KSU cukup tinggi, atau dapat dikatakan bahwa KSU di Kabupaten Jember dalam pengelolaannnya masih bergantung pada fasilitas yang diberikan pemerintah. Hal ini wajar karena umur KSU masih sangat muda dan proses pembentukkannya bersifat top down (dart program pemerintah), sehingga masing-
masing elemen-elemen organisasi masing belum siap. dapat diketahui bahwa ada beberapa nilai item jatidiri yang negatif dan ada yang positif dalam pengelolaan KSU. Nilai rata-rata jatidiri sebesar -0,01 sampai dengan
· 3,00 (item 9,10,11 dan
16) menunjukkan bahwa penerapan jatidiri dalam pengelolaan KSU cukup rendah,nilai rata-rata jatidiri sebesar -3,01 sampai dengan - 6,00 (item 1 dan 19) menunjukkan bahwa penerapan jatidiri dalam pengelolaan KSU rendah, nilai
rata-rata jatidiri sebesar - 6,01 sampai dengan.
· 9,00 (item 18,20 dan 21) menunjukkan bahwa penerapan
jatidiri dalam pengelolaan KSU sangat rendah.
Sementara itu jika nilai rata-rata jatidiri sebesar
0,01 sampai dengan 3,00 ( item 4,6 dan 15) menunjukkan
bahwa penerapan jatidiri dalam pe-ngelolaan
KSU cukup tinggi, nilai rata-rata jatidiri sebesar
3,01 sampai dengan 6,00 (item 2, 3, 7, 8,12, 13,
14, 17
dan 22) menunjukkan bahwa penerapan jatidiri dalam pengelolaan KSU tinggi, dan nilai rata-rata jatidiri sebesar 6,01 sampai dengan
9,00 (item 5 dan 14) menunjukkan bahwa
penerapan jatidiri dalam pengelolaan
KSU sangat tinggi dan ini merupakan
posisi yang sangat ideal. Oleh karena
itu program pembinaan yang diberikan kepada
KSU yang ada di Kabupaten Jember diarahkan
kepada peningkatan pemahaman tentang jatidiri koperasi
dengan memberikan prioritas pada item-item
yang memiliki nilai penerapan jatidiri sangat
rendah, disusul rendah, cukup rendah, cukup tinggi, dan tinggi diarahkan kepada nilai penarapan jatidiri sangat tinggi yang merupakan nilai paling ideal bagi KSU.
menunjukkan bahwa ada beberapa nilai item daya saing yang negatif dan ada yang positif dalam pengelolaan KSU. Nilai rata-rata daya saing sebesar 0;01
sampai dengan -3,00 (item 28) menunjukkan
bahwa daya saing KSU cukup rendah, nilai rata-rata daya saing
sebesar -3,01 sampai dengan - 6,00 (item 25 dan
37) menunjukkan bahwa daya saing KSU rendah, nilai
rata-rata daya saing sebesar - 6,01 sampai
dengan 9,00 ( item 27,34,36,39,40 dan 41) menunjukkan
bahwa daya saing ksu sangat rendah. Sementara itu jika nilai rata-rata daya saing sebesar 0,01 sampai
dengan 3,00 (item 23) menunjukkan bahwa dayasaing KSU cukup tinggi, nilai rata-rata daya saing sebesar 3,01 sampai dengan 6,00 (item 24,29,31 dan 35) menunjukkan bahwa daya saing KSU tinggi, dan nilai rata-rata daya saing 6,01 sampai dengan 9,00 (item 26 dan 38) menunjukkan bahwa daya saing KSU sangat tinggi dan ini merupakan posisi yang sangat ideal. Oleh karena itu program pembinaan yang diberikan kepada KSU di Kabupaten Jember diarahkan kepada peningkatan ke-
mampuan daya saing KSU dengan memberikan prioritas pada item-item daya saing yang memiliki
nilai sangat rendah, disusul rendah, cukup rendah, cukup tinggi, dan tinggi diarahkan kepada nilai da-
ya saing yang sangat tinggi yang merupakan nilai paling ideal bagi Koperasi Serba Usaha.
dengan 3,00 (item 23) menunjukkan bahwa dayasaing KSU cukup tinggi, nilai rata-rata daya saing sebesar 3,01 sampai dengan 6,00 (item 24,29,31 dan 35) menunjukkan bahwa daya saing KSU tinggi, dan nilai rata-rata daya saing 6,01 sampai dengan 9,00 (item 26 dan 38) menunjukkan bahwa daya saing KSU sangat tinggi dan ini merupakan posisi yang sangat ideal. Oleh karena itu program pembinaan yang diberikan kepada KSU di Kabupaten Jember diarahkan kepada peningkatan ke-
mampuan daya saing KSU dengan memberikan prioritas pada item-item daya saing yang memiliki
nilai sangat rendah, disusul rendah, cukup rendah, cukup tinggi, dan tinggi diarahkan kepada nilai da-
ya saing yang sangat tinggi yang merupakan nilai paling ideal bagi Koperasi Serba Usaha.
NAMA : ANITA SILVI YANTI
KELAS : 2EB09
NPM / TAHUN : 20211935 / 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar