TULISAN 1 (Akuntansi
Internasional)
Nama : Anita Silvi
Yanti
Kelas : 4EB09
NPM : 20211935
MENGAPA
AKUNTANSI INTERNASIONAL?
LATAR BELAKANG
Akuntansi
internasional telah mencapai posisi yang penting dalam bidang akuntansi secara
umum, sebagai upaya untuk menanggapi tuntutan globalisasi ekonomi, meningkatnya
jumlah perusahaan multinasional dan para pengguna informasi bertaraf
internasional.Selama belum ada keseragaman, bidang akuntansi internasional
merupakan subyek peningkatan penelitian yang mendalam baik secara empiris
maupun teoritis untuk menyelidiki banyaknya isu-isu akuntansi internasional
yang berhubungan dengan keuangan maupun manajerial. Penyelidikan
yang dilakukan adalah sama halnya dengan penyelidikan terhadap isu penyusunan
standar baik di negara berkembang maupun negara maju. Fungsi akuntansi yang
demikian penting dalam kehidupan bisnis dan keuangan, menunjukkan bahwa
akuntansi dalam masyarakat bisnis/internasional melakukan fungsi jasa.
Akuntansi harus tanggap terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berubah dan
harus mencerminkan kondisi budaya, ekonomi, hukum, sosial dan politik dari
masyarakat tempat dia beroperasi. Dengan demikian akuntansi harus berada tetap
dalam kedudukannya yang berguna secara teknis dan sosial.
Sampai saat
sekarang ini, negara barat masih gencar mempromosikan perlunya harmonisasi
standar akuntansi internasional. Tujuan utama upaya tersebut adalah untuk
meningkatkan daya banding (comparability) laporan keuangan terutama bagi
perusahaan multinasional yang beroperasi di berbagai belahan dunia. Tidak
mengherankan jika pihak barat membentuk suatu badan yang dinamakan
International Accounting Standard Committee (IASC), yang sekarang berubah
namanya menjadi International Accounting Standard Board (IASB). Badan ini
bertugas menghasilkan standar akuntansi internasional (International Financial
Reporting Standards-IFRS). Meskipun keanggotaan badan tersebut melibatkan
negara negara berkembang, negara barat/kapitalis seperti Amerika, Inggris,
Kanada dan Australia tetap mendominasi konsep akuntansi dan standar akuntansi
yang dihasilkan. Akibatnya, standar akuntansi tersebut umumnya didasari pada
konsep ekonomi kapitalis yang kemungkinan bertentangan dengan kondisi sosial,
ekonomi dan budaya negara berkembang dan khususnya ada yang bertentangan dengan
nilai-nilai Islam. Tulisan ini dimaksudkan untuk menganalisis secara kritis
upaya harmonisasi standar akuntansi internasional dari perspektif nilai-nilai
Islam dan alternatif pendekatan untuk menghasilkan standar akuntansi yang
bernuansa Islam.
Ada 3
kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi kedalam dimensi internasional
yang terus tumbuh. Kekuatan kekuatan itu adalah (1) Faktor lingkungan, (2)
Internasionalisasi dan disiplin akuntansi, dan (3)internasionalisasi dari
profesi akuntansi. Faktor-Faktor Lingkungan Baik Negara maju atau Negara
berkembang besar atau kecil pada belahan bumi yang satu ataupun yang lain,
semuanya mengalami hubungan internasional yang lebih erat dan ketergantungan
ekonomi yang tinggi. Ada 15 faktor lingkungan yang memberi dampak pada
akuntansi. Pemilihan bersifat subyektif dan daftarnya bisa berubah dengan
berlalunya waktu.
1. Internasionalisasi Disiplin Akuntansi Tiga faktor
Kunci telah memainkan peranan yang menentukan dalam internasionalisme (bidang
atau disiplin) akuntansi: Spesialisasi Seperti halnya ilmu kedokteran, pada
saat ini spesialisasi dalam akuntansi adalah suatu fakta misal di USA dan
Jerman.akuntansi internasionak adalah satu bidang keahlian yang diakui dalam
bidang akuntasi bersama-sama dengan akuntansi pemerintahan, akuntansi
perpajakan, auditing, akuntansi manajemen, akuntansi perilaku dan sistem
informasi.
2. Sifat internasional dari sejumlah masalah teknis
Perdagangan internasional, operasi bisnis multinasinal, investasi asing dan
transaksi-transaksi pasar merupakan masalah yang unik dalam internasionalisme
akuntansi
3. Alasan historis Sejarah akuntansi adalah sejarah
internasional .Pembukuan double entry yang dianggap sebagai asal mula akuntansi
yang ada sekarang yang bermigrasi ke beberapa negara termasuk indonesia. Wansan
akuntasi dengan demikian, bersifat internasional.
DEFINISI AKUNTANSI INTERNASIONAL :
Akuntansi
internasional telah mencapai posisi yang penting dalam bidang akuntansi secara
umum, sebagai upaya untuk menanggapi tuntutan globalisasi ekonomi, meningkatnya
jumlah perusahaan multinasional dan para pengguna informasi bertaraf
internasional. Selama belum ada keseragaman, bidang akuntansi internasional
merupakan subyek peningkatan penelitian yang mendalam baik secara empiris
maupun teoritis untuk menyelidiki banyaknya isu-isu akuntansi internasional
yang berhubungan dengan keuangan maupun manajerial. Penyelidikan yang dilakukan
adalah sama halnya dengan penyelidikan terhadap isu penyusunan standar baik di
negara berkembang maupun negara maju.
Definisi Akuntansi Internasional Ada
semacam kebingungan yang nyata dalam literatur tentang arti akuntansi
internasional, yaitu berbagai cakupan berbeda merupakan bukti terlibatnya
definisi-definisi. Klarifikasi atas definisi oleh Weirich ada 3 komponen pokok
:
1.Akuntansi untuk perusahaan induk
dan anak perusahaan yang berada di negara lain.
2.Akuntansi komparatif atau
akuntansi internasional.
3.Akuntansi dunia atau akuntansi
bersifat umum.
Akuntansi
untuk perusahaan induk dan anak perusahaan di negara lain, mungkin dapat
diterapkan dengan merujuk praktik-praktik akuntansi di negara/domisili
tertentu. Dan munculnya masalah perbedaan akuntansi dan prinsip-prinsip
akuntansiyang akan digunakan, tergantung pada prinsip akuntansi negara mana
yang akan diikuti sebagai referensi tujuan pengubahan dan penyesuaian.
TUJUAN AKUNTANSI INTERNASIONAL
1. Mengidentifikasi
sejarah perkembangan akuntansi internasional
2. Memperkenalkan
berbagai perbedaan nasional dalam sistem akuntansi di dunia
3. Meringkas
evolusi bisnis sampai zaman modern
4. Membahas
pentingnya dimensi akuntansi dalam bisnis global dan topik-topik penting yang
membentuk akuntansi internasional
MANFAAT AKUNTANSI INTERNASIONAL
Manfaat
Akuntansi Internasional yaitu untuk membangun suatu standar dan struktur
akuntansi internasional dimana hal tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor
lingkungan maupun keadaan, yang dimaksudkan untuk membantu mereka yang ingin
membangun sistem pengendalian universal dengan tujuan membatasi aktivitas
perusahaan-perusahaan multinasional yang aa di masing-masing Negara.
KONVERGENSI HARMONISASI DAN
IFRS AKUNTANSI INTERNASIONAL
Di dalam
akuntansi keuangan dikenal adanya standar yang harus dipatuhi dalam pembuatan
laporan keuangan. Standar tersebut diperlukan karena banyaknya pengguna laporan
keuangan, bahkan untuk satu laporan keuangan yang sama. Jika tidak terdapat
standar, perusahaan dapat saja menyajikan laporan keuangan yang mereka miliki
sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Hal ini akan menjadi masalah bagi
pengguna karena akan menyulitkan bagi mereka untuk memahami laporan keuangan
yang ada.Standar yang ada untuk akuntansi keuangan dibuat oleh dewan standar di
masing-masing negara. Dewan standar tersebut menyusun standar akuntansi yang
berlaku di dalam negara tersebut dan dipakai oleh entitas yang ada di negara
tersebut juga. Karena standar akuntansi dibuat dan disusun oleh masing-masing
dewan standar di tiap negara, standar akuntansi antara satu negara dengan
negara lain sangat mungkin berbeda.
Saat ini, ketika dunia bisnis dapat
dikatakan hampir tanpa batas negara, sumber daya produksi (misal uang) yang
dimiliki oleh seorang investor di satu negara tertentu dapat dipindahkan dengan
mudah dan cepat ke negara misalnya melalui mekanisme bursa saham. Tentu saja
akan timbul suatu masalah ketika standar akuntansi yang dipakai di negara
tersebut berbeda dengan standar akuntansi yang dipakai di negara lain. Investor
dan kreditor serta calon investor dan calon kreditor akan menemui banyak
kesulitan dalam memahami laporan keuangan yang disajikan dengan standar yang
berbeda-beda. Untuk mencegah munculnya permasalahan-permasalahan yang
diakibatkan adanya perbedaan dalam standar akuntansi yang digunakan oleh
berbagai negara, Dewan Komite Standar Akuntansi Internasional (Board of IASC)
yang didirikan pada tahun 1973 mengeluarkan standar akuntansi internasional
(IAS). Keluarnya IAS tersebut diikuti dengan beberapa intepretasi tentang IAS
dalam bentuk SIC (Standing Intepretation Committee). Perkembangan
selanjutnya adalah IASC membentuk IASC Foundation. Melalui IASC Foundation
tersebut pengembangan standar akuntansi dan standar pelaporan memasuki tahap
baru. Tahapan baru dalam pengembangan standar akuntansi dan pelaporan tersebut
adalah dengan dibentuknya beberapa badan yang ada di bawah IASC Foundation.
Beberapa badan bentukan IASC
Foundation adalah
1. IASB
(International Accounting Standard Board)
2. IFRIC
(International Financial Reporting Committee)
3. SAC
(Standard Advissory Committee).
4. IASB berperan dalam menerbitkan standar
akuntansi yang baru dengan memperhatikan masukan dari SAC.
IFRIC
berperan memberikan intepretasi atas standar yang dikeluarkan oleh IASB.
Langkah IASB selain menerbitkan standar baru adalah merevisi dan mengganti
standar-standar lama yang telah ada sebelumnya. Standar-standar yang dikeluarkan
oleh IASB tersebut kemudian diberi nama IFRS (Internastional Financial
Reporting Standard). IFRS dapat berisi standar yang menggantikan standar yang
sebelumnya atau standar yang memang benar-benar baru. Standar tersebut, IFRS
dan IAS, menjadi acuan atau diadopsi langsung oleh para penyusun standar di
tiap-tiap negara yang ingin merevisi standar mereka agar sesuai dengan standar
yang berlaku secara internasional. Standar yang telah dibuat oleh penyusun
standar tersebut, yang mungkin telah mengacu pada IFRS dan IAS, kemudian
dijadikan sebagai pedoman dalam pencatatan akuntansi bagi perusahaan-perusahaan
yang berada dalam wilayah berlakunya standar tersebut.Dalam kaitannya dengan
standar internasional, terdapat beberapa macam langkah yang dilakukan oleh banyak
negara sehubungan dengan perbedaan dengan standar yang mereka buat sebelumnya.
Secara garis besar langkah-langkah yang dapat diambil tersebut dapat dibagi
menjadi harmonisasi dan konvergensi. Harmonisasi merupakan proses untuk
meningkatkan komparabilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan
batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Secara
sederhana pengertian harmonisasi standar akuntansi dapat diartikan bahwa suatu
negara tidak mengikuti sepenuhnya standar yang berlaku secara internasional.
Negara tersebut hanya membuat agar standar akuntansi yang mereka miliki tidak
bertentangan dengan standar akuntansi internasional.Harmonisasi fleksibel dan
terbuka sehingga sangat mungkin ada perbedaan antara standar yang dianut oleh
negara tersebut dengan standar internasional. Hanya saja diupayakan perbedaan
dalam standar tersebut bukan perbedaan yang bersifat bertentangan. Selama
perbedaan tersebut tidak berlawanan standar tersebut tetap dipakai oleh negara
yang bersangkutan. Konvergensi dalam standar akuntansi dan dalam konteks
standar internasional berarti nantinya ditujukan hanya akan ada satu standar.
Satu standar itulah yang kemudian berlaku menggantikan standar yang tadinya
dibuat dan dipakai oleh negara itu sendiri. Sebelum ada konvergensi standar
biasanya terdapat perbedaan antara standar yang dibuat dan dipakai di negara
tersebut dengan standar internasional. Konvergensi standar akan menghapus
perbedaan tersebut perlahan-lahan dan bertahap sehingga nantinya tidak akan ada
lagi perbedaan antara standar negara tersebut dengan standar yang berlaku
secara internasional.
Alasan Perlunya Standar Akuntansi
Internasional :
1. Peningkatan
daya banding laporan keuangan dan memberikan informasi yang berkualitas di
pasar modal internasional
2. Menghilangkan
hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan
pelaporan keuangan.
3. Mengurangi
biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis
keuangan bagi para analis.
4. Meningkatkan
kualitas pelaporan keuangan menuju “best practise”. Konvergensi IFRS.
Menurut DSAK, pengadopsian IFRS
dapat dibedakan menjadi lima tingkatan:
1. Full
Adoption, pada tingkat ini suatu negara mengadopsi seluruh IFRS dan
menterjemahkan word by word.
2. Adapted, mengadopsi
seluruh IFRS tetapi disesuaikan dengan kondisi di suatu negara.
3. Piecemeal,
suatu negara hanya mengadopsi sebagian nomor IFRS, yaitu nomor standar atau
paragraf tertentu
4. Referenced,
standar yang diterapkan hanya mengacu pada IFRS tertentu dengan bahasa dan
paragraf yang disusun sendiri oleh badan pembuat standar.
5. Not adoption
at all, suatu negara sama sekali tidak mengadopsi IFRS.
6. Keputusan
adopsi IFRS oleh IAI akan ditentukan pada tahun 2008
Keputusan DSAK saat ini adalah
mendekatkan PSAK dengan IAS/IFRS dengan membuat dua strategi:
1. Strategi
selektif. Strategi ini dilakukan dengan tiga target yaitu; mengidentifikasi
standar-standar yang paling penting untuk diadopsi seluruhnya dan menentukan
batas waktu penerapan standar yang diadopsi, melakukan adopsi standar
selebihnya yang belum diadopsi sambil merevisi standar yang telah ada, dan
target terakhir adalah melakukan konvergensi proses penyusunan standar dengan
IASB.
2. Strategi
dual standard. Strategi ini dilakukan dengan menerjemahkan seluruh IFRS sekaligus
dan menetapkan waktu penerapannya bagi listed companies. Sedangkan bagi non
listed companies tetap menggunakan PSAK yang telah ada.
Perbandingan IFRS dan PSAK IFRS :
1. First time adoption of IFRS
2. Share-based payment
3. Business Combinations
4. Insurance Contract
5. Non-Current Assets Held for Sale
and Discontinued Operations
6. Exploration for and Evaluation of
Mineral Resources
7. Financial Instruments:
Disclosures
PSAK :
1. Belum diadopsi.
2. PSAK 53 belum adopsi IFRS 2,
referensi menggunakan US SFAS 123
3. PSAK 22 belum mengadopsi IFRS 3,
referensi menggunakan IAS 22 (1993).
4. PSAK 28 dan 36, belum adopsi IFRS 4, referensi menggunakan US SFAS dan regulasi industri asuransi.
4. PSAK 28 dan 36, belum adopsi IFRS 4, referensi menggunakan US SFAS dan regulasi industri asuransi.
5. PSAK 58 belum adopsi IFRS 5,
referensi menggunakan IAS 35 (1998).
6. PSAK 29 dan 33, belum adopsi IFRS 6, referensi US SFAS dan regulasi industri
7. PSAK 31 dan 55, belum adopsi IFRS 7, referensi menggunaka IAS 30, US SFAS dan regulasi industri.
6. PSAK 29 dan 33, belum adopsi IFRS 6, referensi US SFAS dan regulasi industri
7. PSAK 31 dan 55, belum adopsi IFRS 7, referensi menggunaka IAS 30, US SFAS dan regulasi industri.
DAFTAR PUSTAKA
- http://staff.undip.ac.id/akuntansi/anis/2009/05/26/harmonisasi-standar-akuntansi-internasional-analisis-kritis-dari-perspektif-islamhttp://
- dessy-ariyani.blogspot.com/http://ucupneptune.blogspot.com/2007/11/mengapa-akuntansi-internasional.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar